suatu hari, seseorang menceritakan ini ke gua..
suatu hari, ada seorang tukang cukur yang sedang mencukur rambut seorang konsumen.
“banyak orang miskin dan orang kelaparan diluar sana..” tukang cukur memulai pembicaraan.
“kau tahu, Tuhan itu sesungguhnya tidak ada!” lanjut tukang cukur berbicara.
“jelas-jelas Tuhan ada! bagaimana bisa Tuhan tidak ada?”
“kalau Tuhan ada, lihat luar sana! mana ada Tuhan yang membiarkan orang-orang menderita, kelaparan..”
konsumen pun hanya diam dan tukang cukur pun melanjutkan pekerjaannya. konsumen tidak membalas dengan argumen lain karena tidak ingin masuk ke dalam perdebatan yang jauh lebih panjang.
setelah selesai dicukur, konsumen pun pergi meninggalkan tukang cukur. dan tidak lama kemudian, seseorang dengan rambut sangat panjang dan gondrong lewat depan tempat tukang cukur tersebut.
“kau tahu, sebenarnya tidak ada tukang cukur!” cetus konsumen kepada tukang cukur.
“bagaimana bisa? jelas-jelas aku disini dan baru saja mencukurmu!”
“kalau ada tukang cukur, mana ada orang berambut gondrong dan berantakan seperti itu?”
“ya karena mereka tidak datang ke saya. saya tentu akan merapihkan dan mencukur rambut mereka apabila mereka datang kesini!”
“COCOK!” ujar konsumen, “Tuhan itu ada! tapi mengapa masih ada orang-orang yang menderita? itu karena mereka tidak datang kepada-Nya!”
cerita simpel kayak gini cukup membuat gua bisa mengangkat dagu dan mendorong dada ke depan walaupun cuma sedikit untuk saat ini. setidaknya masih ada yang bisa mengangkat gua dari ‘bawah’ walaupun gua nggak merasakan ada siapa-siapa sebenernya. setidaknya ada sedikit yang menopang beban gua walaupun mungkin itu hanya sugesti. Thanks Allah you’re here.